Skip to main content

efyuesi fuse fyus boom! --> FUSE

t.h.e.l.a.s.t.m.o.d.u.l.i.m.s.o.h.a.p.p.y.y.e.t.s.o.s.a.d.
f.i.n.a.l.p.r.o.j.e.c.t.i.s.c.o.m.i.n.g.s.u.n.
i.m.t.i.r.e.d.b.t.w.c.l.i.c.k.i.n.g.t.h.e.d.o.t.s.....

Halohalohalo  ada bahasan baru lagi nih seputar sistem operasi.. Hmm judulnya ya.. whatever you spell it.. FUSE atau Filesystem in Userspace merupakan mekanisme sistem operasi untuk sistem operasi Unix-like yang memungkinkan pengguna tidak ber-hak istimewa menciptakan file system mereka sendiri tanpa mengubah kode kernel. Hal ini dicapai dengan menjalankan kode file system di userspace, sedangkan modul FUSE hanya menyediakan "jembatan" untuk antarmuka kernel yang sebenarnya.

eh.. Filesystem? Filesystem adalah struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada harddisk. Terdapat berbagai jenis-jenisnya dan penggunaan algoritma yang berbeda. Semakin baru jenis dari sebuah File System, maka semakin bagus pula kualitas dari File System tersebut.

Kembali ke FUSE, sebelum kita menaplikasikan FUSE, kita harus melakukan instalasi FUSE terlebih dahulu seperti berikut;
  1. Download FUSE dari http://fuse.sourceforge.net/ pada bagian Download stable release
  2. Extract file tar.gz dan masuk ke direktori FUSE. (tar –xvzf fuse-2.9.4.tar.gz)
  3. Lakukan installasi FUSE dengan cara :
    a. Gunakan hak akses super user (sudo su)
    b. Ketikkan perintah ./configure
    c. Ketikkan perintah make
    d. Ketikkan perintah make install
  4. Selesai :3
Selanjutnya kita langsung buat filesystem dengan menggunakan FUSE.. kodingannya nih..  panjang lho....

Panjang banget memang.. Tetapi, kita ga selalu harus pakai semua fungsi yang disediakan kok. Tergantung sesuai dengan case-case yang dibutuhkan aja plus modifikasi jika perlu. Contoh sederhana pada case di mana kita ingin file yang sudah dicopy satu kali tidak akan bisa dicopy untuk yang kedua kalinya. Di sini kita modifikasi pada bagian writenya seperti pada kodingan di atas pada fungsi write. Kita modifikasi menggunakan chmod agar setelah dicopy sekali, access permissionnya langsung hilang.

Cara mengcompile program di atas pada terminal yaitu dengan perintah:
gcc -Wall [nama file].c`pkg-config fuse --cflags --libs` -o [nama file]
Setelah itu buatlah suatu direktori kosong sebagai tempat menampung hasil mount misal fuse pada direktori tmp.
Cara run program yaitu dengan perintah: ./[nama file] /tmp/fuse

Coba cek pada folder /tmp/fuse pada computer, di sana akan ada seluruh file maupun direktori hasil mount dari folder yang ditujukan di program.

Jika ingin unmount yaitu dengan perintah: fusermount -u /tmp/fuse

Okedeh.. selamat mencoba ya^^ maaf jika ada kesalahan.. Silakan explore lebih dalam mengenai fuse jika kamu tertarik.. Happy Sunday :)

Comments

Popular posts from this blog

Manajemen Biaya Proyek Perangkat Lunak (Metode Biaya Satuan)

Berikut Contoh Manajemen Biaya Proyek Perangkat Lunak yaitu Pengembangan Sistem Aplikasi Pendataan Pendidikan (PADATI-WEB) dan Pengembangan Sistem Aplikasi Pendukung Pendataan Pendidikan. Contoh RAB PADATI WEB from Rina Wijaya Sumber: https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&sqi=2&ved=0ahUKEwi2grH_zMvTAhWMvY8KHWdkDiYQFggiMAA&url=http%3A%2F%2Fefront.site90.net%2Fandhie%2FDeliver-Pak.Teni_02-04-2007%2FRAB%2F02_RAB-Gabungan-BALITBANG-Depdiknas-2007.xls&usg=AFQjCNE8gEGToyy4m2TRUxvzdrfTJ3d6Wg&sig2=Fh4z_cTZTLSim1WH691GSg

Software Development Plan

Software Development Plan merupakan deskripsi dari rencana developer dalam pengembangan perangkat lunak. Software development plan atau yang selanjutnya akan kita singkat sebagai SDP, menyediakan pembagian kinerja yang sudah jelas bagi masing-masing anggota serta digunakan sebagai alat untuk memantau proses yang harus diikuti dalam pengembangan perangkat lunak. SDP juga mendeskripsikan secara detail mengenai metode dan pendekatan yang digunakan sebagai acuan dalam setiap aktivitas, organisasi, maupun sumber daya. SDP seharusnya mampu mendokumentasikan semua proses yang berlaku untuk sistem yang akan diperoleh dalam detail level yang cukup, agar SDP dapat digunakan sebagai pedoman penuh bagi para developer . Misalnya, SDP harus mengandung standar, metode, alat, dan tindakan tertentu, penggunaan ulang strategi, dan tanggung jawab yang terkait dengan pengembangan dan kualifikasi semua persyaratan, termasuk keselamatan dan keamanan. SDP dibuat oleh Project Manager u...